Sabtu, 24 Desember 2011

PENGERTIAN TAFSIR, TA`WIL DAN TERJEMAH


Diposkan oleh abdul rohman sayyid

Tafsir secara bahasa mengikuti wazan ”taf`íl”, berasal dari asal kata al-Fashr (f, s, r) yang berarti menjelaskan, menyingkap dan menampakkan atau menerangkan makna yang abstrak. Kata kerjanya mengikuti wazan ”daraba – yadribu” dan ”nasara-yansuru”. Dikatakan ”fasara (asy-syai`a) yafsiru” dan ”yafsuru, fasran”, dan ”fassarahu”, artinya ”abanahu” (menjelaskannya). Kataat-tafsir dan al-fasr mempunyai arti menjelaskan dan menyingkap yang tertutup. Dalam lisanul `Arab dinyatakan: kata kata ”al-fasr” berarti menyingkap sesuatu yang tertutup, sedang kata ”at-tafsir” berarti menyingkapkan maksud sesuatu lafadz yang musykil, pelik. Dalam al-Qur`an dinyatakan:
(Tidaklah mereka datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan kami datangkan kepadamu sesuatu yang benar dan paling baik tafsir-nya) (al-Furqan [25]:33).
Maksudnya: setiap kali mereka datang kepada nabi Muhammad s.a.w membawa suatu hal yang aneh berupa usul dan kecaman, Allah menolaknya dengan suatu yang benar dan nyata. Dalam al-Qur`an dinyatakan:
”Suatu ilmu yg di dalamnya dibahas tentang cara-cara menyebut lafal Al Qur-an, petunjuk-petunjuknya, hukum-hukumnya, baik secara ifrat, maupun secara tarkib dan makna-maknanya yg ditampung oleh tarkib dan yg selain itu, seperti mengetahui nasakh, sebab nuzul, dan sesuatu yg menjelaskan pengertian seperti kisah dan matsal (perumpamaan).”
Dalam pengertian istilah ahli tafsir, ada beberapa macam maknanya:
Ø Golongan mutaqoddimin memaknakan ta`wil dengan tafsir,
Ø Mujahid berkata : ”Bahwasanya para ulama mengetahui ta`wil Al Qur-an, yakni tafsirnya. Ibnu Jarir pun mempergunakan kata ta`wil dalam arti tafsir.
Ø Sebagian lagi berpendapat lain bahwa tafsir berbeda dari ta`wil dalam segi umum dan khusus saja. Tafsir lebih umum daripada ta`wil. Dimaksud dengan ta`wil ialah menerangkan kehendak lafal atau petunjuk lafal kepada yg tidak segera ditanggapi.
Ø Tafsir ialah menetapkan dgn penuh keyakinan, bahwasanya demikianlah kehendak Allah, sedangkan ta`wil mentarjihkan salah satu makna yg mungkin diterima oleh lafal, tanpa meyakini bahwa itulah yg dimaksudkan. Demikian pendapat Al Maturidy.
Ø Tafsir ialah menetapkan dgn penuh keyakinan, bahwasanya demikianlah kehendak Allah, sedangkan ta`wil mentarjihkan salah satu makna yg mungkin diterima oleh lafal, tanpa meyakini bahwa itulah yg dimaksudkan. Demikian pendapat Al Maturidy.
Ø Ada yg mengatakan tafsir ialah menerangkan arti lafadz dengan jalan riwayat, sedangkan ta`wil menerangkan arti lafadz dengan jalan dirayat.
Ø Atau tafsir ialah menerangkan makna-makan yang diperolehdengan jalan isyarat.
Ø Atau tafsir ialah menerangkan makna-makan yang diperolehdengan jalan isyarat.
Ø Makna inilah yang terkenal dalam kalangan mutaakhkhirin, seperti yang diterangkan oleh al-Alusyi dalam Tafsir Ruhul Ma`ani.
Ø Atau tafsir ialah menerangkan makna-makan yang diperolehdengan jalan isyarat.
Ø Perlu ditandaskan bahwa pengertian ta`wil, menurut istilah mufassirin, adalah supaya tidak mencakup pengertian ta`wil menurut istilah mutakallimin. Menurut mereka, ta`wil bermakna: ”Memalingkan nash-nash al-Qur`an dan as-Sunnah yang mutasyabbihah, dari maknanya yang dhahir, kepda makna-makna yang sesuai dengan kesucian Allah dari menyerupai makhluq, yang berlainan dengan makna yang diberikan oleh ulama-ulama salaf, yaitu menyerahkan pengertian-pengertian nash itu, kepada Allah sendiri tanpa menentukan sesuatu makna”.
I. Tafsir Tahlili
Tafsir Tahlili adalah suatu metode tafsir yang bermaksud menjelasakan kandungan ayat-ayat al-Qur`an dari berbagai aspeknya dengan memperhatikan runtunan ayat-ayat al-Qur`an yang tercantum di dalam mushaf, (Shadr, 1980:10) atau suatu metode penafsiran al-Qur`an dengan memaparkan segala aspek yang terkandung di dalam ayat-ayat yang ditafsirkan itu serta menerangkan makna-makna yang tercakup di dalamnya sesuai dengan keahlian dan kecenderungan mufassir yang menafsirkan ayat tersebut (al-Farmawi, 1977:24).
Dalam metode ini, segala sesuatu yang di anggap perlu oleh seorang mufassir tahlili diuraikan, baik bermula dari penjelasan makna lafadz-lafadz tertentu, ayat per-ayat, surat per-surat, susunan kalimat, persesuaian kalimat yang satu dengan yang lain, Asbab al-Nuzul, hadits yang berkenaan dengan ayat-ayat yang ditafsirkan dan lain-lain.
Ciri-ciri
Penafsiran yang mengikuti metode ini bisa mengambil bentuk ma`tsur (riwayat) atau ra`yi (pemikiran). Dalam penafsiran tersebut, al-Qur`an ditafsirkan ayat demi ayat dan surat demi suratsecara berurutan, serta tak ketinggalan menerangkan Asbab An-Nuzul dari ayat-ayat yg ditafsirkan. Kemudian diungkapkan pula penafsiran-penafsiran yg pernah diberikan oleh Nabi SAW, Sahabat, Tabi^in, Tabi Tabi^in, dan para ahli tafsir lainnya dari berbagai disiplin ilmu, seperti teologi, fiqih, bahasa, sastra, dsb. Selain itu juga dijelaskan Munasabah antara ayat yg satu dengan yg lainnya.
Ciri lain dari metode ini, penafsirannya diwarnai oleh kecenderungan dan keahlian mufassirnya sepert fiqih, sufi, falsafi, ilmi, adabi ijtimai, dan lain-lain.
ÎI. Tafsir Ijmali
Tafsir Ijmali adalah menafsirkan Al-Qur an dengan cara menjelaskan maksud Al Qur an secar global, tidak terperinci sepert tafsir tahlili, (Hidayat, 1996: 191) atau menjelaskan ayat-ayat Al Qur-an secara ringkas tapi mencakup dgn bahasa yang populer, mudah dimengerti, dan enak dibaca. Sistematika tulisannya menurut susunan ayat-ayat yg terdapat dalam mushaf. Selain itu penyajiannya tidak terlalu jauh dari gaya bahasa Al Qur-an sehingga pendengar dan pembacanya seakan-akan masih mendengarkan Al Qur-an padahal yg didengarnya adalah tafsirannya.
Tafsir dengan metode ini ditetapkan secara khusus bagi orang awam agar mudah memahami maksud yyg terkandung dalam Al Qur-an. Karena dgn metode tafsir ijmali, seorang mufassir berbicara kepada pembacanya dgn cara yang termudah, singkat, tidak berbelit-belit yg dapat menjelaskan arti ayat sebatas artinya tanpa menyinggung hal-hal lain dari arti yg dikehendaki, dgm target pihaj pembaca memahami kandungan pokok Al Qur-an.
Ciri-ciri:
Penafsiran yg dilakukan terhadap ayat-ayat Al Qur-an, ayat demi ayat, surat demi surat, sesuai dengan urutannya dalam mushaf. Dan kadangkala mufassir menafsirkan Al Qur-an dgn lafazh Al Qur-an, sehingga pembaca merasa bahwa uraian tafsirnya tidak jauh dari konteks Al Qur-an dgn penyajiannya yg mudah dan indah. Metode tafsir Ijmali ini hampir sama dengan metode tafsir Tahlili, tetapi penafsirannya tidak secara terperinci seperti tafsir Tahlili, hanya secara ringkas dan umum.
III. Tafsir Muqoron
Pengertian metode tafsir Muqoron adalah: 1) membangdingkan teks (nash) ayat-ayat Al Qur-an yg memiliki kesamaan redaksi dalam 2 kasus lebih, dan atau memiliki berbeda bagi satu kasus yg sama; 2) membandingkan ayat Al Qur-an dgn hadits yg pada lahirnya bertentangan; dan 3) membandingkan berbagai pendapat ulama tafsir di dalam menafsirkan Al Qur-an (Baidan 1998: 65)
Definisi di atas menunjukkan bahwa, penafsiran Al Qur-an dgm metode ini memiliki cakupan yg amat luas, tidak hanya membandingkan ayat dgn ayat, ayat dgn hadits, tapi juga membandingkan pendapat para mufassir dalam menafsirkan ayat.
Ciri-ciri:
Metode ini mempunyai ciri khas yg dapat membedakannya dari metode lain yaitu membandingkan pendapat para ulama tafsir dalam menafsirkan ayat dgn ayat, atau ayat dengan hadits, baik merka termasuk ulama salaf ataupun ulama hadits yg metode dan kecenderungan merka berbeda-beda, baik penafsiran merka yg berdasarkan riwayat yg bersumber dari Rosulullah SAW, Sahabat atau Tabi^in ( tafsir bil ma^tsur) atau berdasarkan rasio, ijtihad (tafsir bil ra^y) dan mengungkapkan pendapat mereka serta membandingkan segi-segi dan kecenderungan masing-masing yg berbeda dalam penafsiran Al Qur-an.
Mufassir dengan metode ini dituntut mampu nenganalisis pendapat-pendapat para ulama tafsir yg mereka kemukakan untuk kemudian mengambil sikap untuk menerima penafsiran yg dinilai benar dan menolak penafsiran yg tidak dapat diterima oleh rasionya serta menjelaskan kepada pembaca alasan dari sikap yang diambilnya, sehingga pembaca merasa puas.
IV. Tafsir Maudhu`i
Metode tafsir Maudhu^i / tematik adalah suatu metode penafsiran Al Qur-an dimana seorang mufassir mengkaji Al Qur-an sesuai dengan tema atau judul yang telah ditetapkan dalam Al Qur-an, baik yang berkaitan dengan hal kehidupan, sosiologi, ataupan kosmologi (Muhaimin, 1994: 120) . Dalam metode ini, semua ayat yg berkaitan, dihimpun, kemudian dikaji secara mendalam dan tuntas dari berbagai aspek yg terkait dengannya, seperti asbaabun nuzul, kosa kata, dsb. Semuanya dikaji secara rinci dan tuntas, serta didukung oleh dalil-dalil atau fakta-fakta yg dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Ciri-ciri:
Sesuai dengan namanya, maka yg menjadi ciri utama dari metode ini ialah penonjolan tema, judul atau topik pembahasan, sehingga tidak salah jika dikatakan bahwa metode ini juga disebut metode topikal (Baidan, 1998: 152)
Tafsir Maudhu^i mempunyai dua bentuk kajian yg menjadi ciri utamanya: Pertama, pembahasan mengenai satusurat secara menyeluruh dan utuh dgn menjelaskan maksudnya yg bersifat umum dan khusus, menjelaskan korelasi antara berbagai masalah yg dikandungnya, sehingga surat itu tampak dalam bentuknya yg betul-betul utuh dan cermat. Kedua, menghimpun sejumlah ayat dari berbagai surat yg sama-sama membicarakan satu masalah tertentu; ayat-ayat tersebut disusun sedemikian rupadan diletakkan di bawah satu tema bahasan, selanjutnya ditafsirkan secara Maudhu^i.
Kemudian untuk cara kerjanya (yg menjadi ciri khas metode ini) Abd al- Farmawi (1977: 52) merumuskannya sbb: (a) menetapkan masalah/tema yg akan dibahas; (b) menghimpun ayat-ayat yg berkaitan dgn masalah tersebut; (c) menyusun runtutan ayat sesuai dengan masa turunnya; (d) memahami korelasi ayat-ayat tsb dalam suratnya masing-masing; (e) menyusun pembahasan dalam rangka yg sempurna; (f) melengkapi pembahasan dgn hadits-hadits yg relevan dgn pokok pembahasan; (g) mempelajari ayat-ayat tersebut secara keseluruhan dgn jalan menghimpun ayat-ayat yg memiliki pengertian sama, atau mengkompromasikan antara yang ”amm” dengan yang ’khosh”, yang ”mutlak”, yang ”muqoyyad”, atau yg lahirnya bertentangan, sehingga kesemuanya bertemu ke dalam satu muara tanpa perbedaan atau pamaksaan.
Contoh Kitab-kitab tafsir bil-Ma’sur yang terkenal :
1). Tafsir yang dinisbahkan kepada Ibn Abbas.
2). Tafsir Ibn ’Uyainah.
3). Tafsir Ibn Abi Hatim.
4). Tafsir Abusy Syaikh bin Hibban.
5). Tafsir Ibn ’Atiyah.
6). Tafsir Abuk Lais Samarqandi, Bahrul Ulum.
7). Tafsir Abu Ishaq, al-Kasyfu wal Bayan an Tafsiril Qur-an.
8). Tafsir Ibn Jarir at-Tabari, Jami’ul Bayan fii Tafsiril Qur-an.
9). Tafsir Ibn Abi Syaibah.
10.) Tafsir al-Baghowi, Ma’alimut Tanzil.
11). Tafsir Abil Fida’ al-Hafizh Ibn Katsir, Tafsirul Qur-anul Azhim.
12). Tafsir as-Salabi, al-Jawahirul Hisan fii Tafsiril Qur-an.
13). Tafsir Jalaluddin as-Suyuti, ad-Durrul Mantsur fit Tafsiri bil Ma’sur.
14). Tafsir asy-Syaukani, Fathul Qadir.
Contoh Kitab-kitab Tafsir bir-Ra’yi yang terkenal :
1). Tafsir Abdurrahman bin Kaisan al-Asam.
2). Tafsir Abu ’Ali al-Juba’i.
3). Tafsir ’Abdul Jabbar.
4). Tafsir az-Zamakhsyari, al-Kasysyaf ’an Haqa’iqi Gawamidit.
5). Tafsir Fakhruddin ar-Razi, Mafatihul Gaib.
6). Tafsir Ibn Furak.
7). Tafsir an-Nasafi, Madarikul Tanzil wa Haqa’iqut Ta’wil.
8). Tafsir al-Khozin, Lubabut Ta’wil fi Ma’anit Tanzil.
9). Tafsir Abu Hayyan, al-Bahrul Muhit.
10). Tafsir al-Baidawi, Anwarut Tanzil wa Asrarut Ta’wil.
11). Tafsir al-Jalalain; Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuti.
---Tengku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy, Pustaka Rizki Putra, 2002.s
KESIMPULAN
Al-Qur`an sebagai ”hudan-linnas” dan “hudan-lilmuttaqin”, maka untuk memahami kandungan al-Qur`an agar mudah diterapkan dalam pengamalan hidup sehari-hari memerlukan pengetahuan dalam mengetahui arti/maknanya, ta`wil, dan tafsirnya sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah SAW. Sehingga kehendak tujuan ayat al-Qur`an tersebut tepat sasarannya.
Terjemah, tafisr, dan ta`wil diperlukan dalam memahami isi kandungan ayat-ayat al-Qur`an yang mulia. Pengertian terjemah lebih simple dan ringkas karena hanya merubah arti dari bahasa yg satu ke bahasa yg lainnya. Sedangkan istilah tafsir lebih luas ari kata terjemah dan ta’wil , dimana segala sesuatu yg berhubungan dengan ayat, surat, asbaabun nuzul, ddan lain sebagainya dibahas dalam tafsir yg bertujuan untuk memberikan kepahaman isi ayat atau surat tersebut, sehingga mengetahui maksud dan kehendak firman-firman Allah SWT tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
---Manna Kholil al-Qattan, Studi Ilmu-ilmu Qur-an, Pustaka Litera Antarnusa 2007,
---Saifullah dkk, Ulumul Qur-an, Prodia Pratama Sejati 2004,

Jumat, 23 Desember 2011

JADWAL GERHANA DAN HUJAN METEOR 2012


JADWAL GERHANA BULAN DAN JADWAL GERHANA MATAHARI

untuk tahun-tahun yang akan datang telah tertera disini. Perkiraan kapan terjadinya gerhana ini


 disadur dari website moontracks.com. Moontracks.com adalah sebuah website yang


 specialis menghitung perjalanan bulan dan matahari. 

Jadwal Gerhana Bulan dan Jadwal Gerhana Matahari yang telah lampau dan akan datang


 adalah seperti berikut:

Gerhana Date and Time     GMT)   Saros   Node Family       Zodiac      Jenis Gerhana
Feb 07, 2008 @ 03:56:10 GMT    S-121    North 10       Aqu 17°44´       Bulan
Feb 21, 2008 @ 03:27:09 GMT    L-133    South 10       Vir     1°53´     Matahari
Aug 01, 2008 @ 10:22:12 GMT    S-126    South 10          Leo 4°32´      Bulan
Aug 16, 2008 @ 21:11:12 GMT    L-138    North 10        Aqu 24°21´    Matahari
 
Jan 26, 2009  @ 07:59:45 GMT    S-131    North 11         Aqu  6°30´      Bulan
Feb 09, 2009 @ 14:39:22 GMT     L-143    South 11        Leo 21°00´    Matahari
 
Jul 07, 2009  @ 09:39:43 GMT      L-110    North 11       Cap 15°24´    Matahari
 
Jul 22, 2009 @ 02:36:25 GMT       S-136    South 11        Can 29°27´     Bulan
 
Aug 06, 2009 @ 00:40:18 GMT     L-148    North 11        Aqu 13°43´   Matahari
 
Dec 31, 2009 @ 19:23:46 GMT     L-115    South 12        Can 10°15´    Matahari
 
Jan 15, 2010 @ 07:07:39 GMT      S-141    North 12        Cap 25°01´     Bulan
 
Jun 26, 2010 @ 11:39:34 GMT      L-120    North 12        Cap 4°46´      Matahari
Jul 11, 2010 @ 19:34:38 GMT       S-146    South 12        Can 19°24´      Bulan
 
Dec 21, 2010 @ 08:18:04 GMT     L-125    South 13        Gem 29°21´    Matahari
 
Jan 04, 2011 @ 08:51:42 GMT      S-151    North 13         Cap 13°39´     Bulan
 
Jun 01, 2011 @ 21:17:18 GMT      S-118    South 13         Gem 11°02´     Bulan
 
Jun 15, 2011 @ 20:13:43 GMT      L-130    North 13         Sag 24°23´    Matahari
 
Jul 01, 2011 @ 08:39:30 GMT       S-156    South 13         Can 9°12´        Bulan
Nov 25, 2011 @ 06:21:24 GMT    S-123    North 14         Sag 2°37´        Bulan
Dec 10, 2011 @ 14:32:56 GMT     L-135    South 14        Gem 18°11´   Matahari
 
May 20, 2012 @ 23:53:54 GMT    S-128    South 14         Gem 0°21´      Bulan
Jun 04, 2012 @ 11:04:20 GMT      L-140    North 14         Sag 14°14´   Matahari
 
Nov 13, 2012 @ 22:12:55 GMT    S-133    North 15         Sco 21°57´     Bulan
 
Nov 28, 2012 @ 14:34:07 GMT    L-145    South 15         Gem 6°47´    Matahari
Apr 25, 2013 @ 20:08:38 GMT     L-112    North 15         Sco 5°46´     Matahari
May 10, 2013 @ 00:26:20 GMT    S-138    South 15         Tau 19°31´     Bulan
 
May 25, 2013 @ 04:11:06 GMT    L-150    North 15         Sag 4°08´     Matahari
Oct 18, 2013 @ 23:51:25 GMT     L-117    South 16          Ari 25°45´    Matahari
 
Nov 03, 2013 @ 12:47:36 GMT    S-143    North 16          Sco 11°16´     Bulan
 
Apr 15, 2014 @ 07:46:48 GMT     L-122    North 16          Lib 25°16´   Matahari
 
Apr 29, 2014 @ 06:04:33 GMT     S-148    South 16          Tau 8°52´       Bulan
Oct 08, 2014 @ 10:55:44 GMT     L-127     South 17         Ari 15°05´    Matahari
 
Oct 23, 2014 @ 21:45:39 GMT     S-153    North 17          Sco 0°25´       Bulan
Mar 20, 2015 @ 09:46:47 GMT    S-120    South 17           Pis 29°27´      Bulan
 
Apr 04, 2015 @ 12:01:24 GMT     L-132    North 17          Lib 14°24´    Matahari
 
Sep 13, 2015 @ 06:55:19 GMT     S-125    North 18          Sco 20°10´     Bulan
 
Sep 28, 2015 @ 02:48:17 GMT     L-137    South 18          Ari 4°40´       Matahari
Mar 09, 2016 @ 01:58:19 GMT    S-130     South 18           Pis 18°56´       Bulan
 
Mar 23, 2016 @ 11:48:21 GMT    L-142     North 18           Lib 3°17´     Matahari
Sep 01, 2016 @ 09:08:02 GMT    S-135      North 19           Vir 9°21´        Bulan
Sep 16, 2016 @ 18:55:27 GMT    L-147      South 19           Pis 24°20´    Matahari
 

Hours less than 12 = am  & Hour 00 is midnight
 
12:00=Noon  Hr13=1pm  Hr14= 2pm Hr15=3pm Hr16=4pm Hr17=5pm
 
Hr18=6pm Hr19=7pm Hr20=8pm Hr21=9pm Hr22=10pm Hr23=11pm
 

Semoga
 Jadwal gerhana bulan dan gerhana matahari ini akan bermanfaat bagi kita semua dalam menikmati fenomena alam. Semoga bermanfaat..

src:
http://www.moontracks.com/eclipses_solar_lunar_dates.html

Kalender Astronomi 2012: Hujan Meteor Setiap Jam

·          
·          

Berita Terkait



Kiranya apa saja peristiwa atau fenomena astronomis di tahun 2012?

Tentunya para pecinta astronomi tidak ingin terlewat satu pun kejadian-kejadian menarik bahkan spektakuler di tahun 2012 hanya karena "Kekurangan informasi". Berikut ini kalender peristiwa astronomi yang merupakan kompilasi dari website NASA dan situs kalenderastronomi.com.

Januari
04 Januari 2012: Puncak Hujan Meteor Quadrantids
Pada 28 Desember 2011 hingga 12 Januari 2012 Bumi akan melintasi daerah puing-puing asteroid 2003 EH1 yang mengakibatkan terjadinya hujan meteor Quadrantids. Pada puncaknya diperkirakan 120 meteor akan jatuh tiap jamnya dengan radian rasi Bootes di timur laut waktu dini hari.

05 Januari 2012: Bumi di Perihelion
Dalam orbit berbentuk elips, Bumi akan berada pada jarak terdekatnya dengan Matahari sejauh 0.9833 AU.

09 Januari 2012: Bulan Purnama

23 Januari 2012: Bulan Baru

Februari
08 Februari 2012: Bulan Purnama

22 Februari 2012: Bulan Baru

Maret
04 Maret 2012: Oposisi Mars
Suatu konfigurasi dimana Matahari-Bumi-Mars akan berurut yang juga berarti Mars akan berada pada jarak terdekatnya (0.6741 AU) dari Bumi. Oleh karena itu saat ini adalah waktu terbaik mengamati planet "kemerah-merahan" Mars dengan atau tanpa alat bantu. Jika diamati dengan mata telanjang, Mars akan terlihat seperti bintang merah terang yang terlihat sepanjang malam.

05 Maret 2012: Merkurius Elongasi Timur
Merkurius dengan ketinggian 18.2° teramati pada langit sebelah barat saat Matahari terbenam.

08 Maret 2012: Bulan Purnama

14 Maret 2012: Konjungsi Venus dan Jupiter
Bagaimana jika 2 planet yang sama-sama terlihat bagai bintang putih terang berdampingan di langit barat waktu Matahari terbenam? Nantikan konjungsi Venus dan Jupiter yang berjarak hanya 3°.

20 Maret 2012: Maret Equinox
Matahari akan bersinar tepat di perpotongan ekliptik dan ekuator dimana seluruh belahan Bumi akan memiliki lama waktu siang dan malam hampir sama. Hari ini juga akan menjadi awal musim semi (vernal equinox) di belahan Bumi Utara dan menjadi awal musim gugur (autumnal equinox) di belahan Bumi Selatan.

22 Maret 2012: Bulan Baru

27 Maret 2012: Venus Elongasi Timur
Langit senja akan dihiasi oleh Venus sang bintang kejora dengan ketinggian 46° dari horison barat tepat ketika Matahari terbenam


April
07 April 2012: Bulan Purnama

16 April 2012: Saturnus Oposisi
Saturnus akan terlihat bagai bintang putih terang yang terlihat sepanjang malam pada jarak terdekatnya (8.7196 AU) dari Bumi. Karenanya saat ini lah waktu terbaik mengamati Saturnus dengan atau tanpa alat bantu.

18 April 2012: Merkurius Elongasi Barat
Merkurius nampak di langit timur saat matahari terbit dengan ketinggian 27.5°.

21 April 2012: Bulan Baru

22 April 2012: Hujan Meteor Lyrids
Serpihan-serpihan kecil dari komet Thatcher akan menghujam Bumi dari arah rasi Lyra di langit utara sejak 16 sampai 26 April. Ketika puncaknya nanti 22 April 2012, diperkirakan akan ada 20-an meteor yang melintas tiap jamnya. Pengamatan meteor Lyrids kali ini akan didukung langit yang gelap karena Bulan sedang dalam fase bulan baru.

Mei
05 Mei 2012: Puncak Hujan Meteor Eta Aquarids
Meteor yang berasal dari serpihan komet Halley akan terlihat antara tanggal 19 April hingga 28 Mei. Sekitar 60 meteor tiap jamnya akan berjatuhan ketika puncaknya. Sayangnya langit yang terang benderang karena Bulan purnama akan membuat meteor "Malu-malu" untuk dilihat.

06 Mei 2012: Bulan Purnama

21 Mei 2012: Bulan Baru

21 Mei 2012: Gerhana Matahari Sebagian
Suatu peristiwa dimana sebagian piringan Bulan akan menutupi sebagian piringan Matahari, sehingga Matahari akan terlihat sabit. Gerhana melintas Cina selatan, ke timur melalui Jepang, Samudera Pasifik bagian utara, dan ke Amerika Serikat bagian barat. (NASA Map and Eclipse Information)

28 Mei 2012: Istiwa' Adhom
Peristiwa dimana Matahari transit atau tepat berada di atas ka’bah. Peristiwa ini dapat difungsikan untuk meluruskan arah kiblat bagi kaum muslim. Peristiwa ini akan terulang pada tanggal 16 Juli 2011.


Juni
04 Juni 2012: Gerhana Bulan Sebagian
Sepertiga wajah Bulan akan tertutupi bayangan umbra Bumi pada pukul 16:03 WIB Peristiwa Gerhana Bulan Sebagian ini akan terlihat di sebagian besar Asia, Australia, Samudra Pasifik, dan Amerika. (NASA Map and Eclipse Information)

04 Juni 2012: Bulan Purnama

06 Juni 2012: Transit Venus
Suatu kejadian langka dimana Venus melintas di depan piringan Matahari. Teramati dari Pasifik barat, timur Asia dan Australia timur pukul 08:28 WIB. Kejadian ini terakhir teramati pada 8 Juni 2004 dan baru akan terjadi lagi pada 11 Desember 2117. Pengamatannya diharuskan menggunakan alat bantu seperti teleskop berfilter. (NASA Transit Information | NASA Transit Map)

19 Juni 2012: Bulan Baru

21 Juni 2012: Solstice Juni
Kutub Utara Bumi akan mengarah ke Matahari dengan posisi paling Utara di langit sehingga Matahari berada pada titik balik utara (Tropic of Cancer) dengan deklinasi +23,44°. Peristiwa ini menandai awal musim panas di belahan Bumi Utara dan menjadi awal musim dingin di belahan Bumi Selatan.

Juli
01 Juli 2012: Merkurius Elongasi Timur
Merkurius akan menghiasi langit senja dengan ketinggian 25.7° di ufuk barat.

04 Juli 2012: Bulan Purnama

05 Juli 2012: Bumi di Aphelion
Kebalikan dari perihelion, dimana Bumi berada pada jarak terjauh dari Matahari terhitung 1.0167 AU.

16 Juli 2012: Istiwa' Adhom
Kali kedua dalam tahun ini dimana Matahari transit atau tepat berada di atas ka’bah. Peristiwa ini dapat difungsikan untuk meluruskan arah kiblat bagi kaum muslim.

19 Juli 2012: Bulan Baru

28 Juli 2012: Puncak Hujan Meteor Southern Delta Aquarids
Kali ini rasi Aquarius menjadi radian hujan meteor yang berasal dari pecahan komet Marsden dan Kracht Sungrazing sejak 18 Juli hingga 18 Agustus. Cukup arahkan kedua mata ke langit timur waktu dini hari, 20 an meteor tiap jam diperkirakan terlihat pada puncaknya.

Agustus

02 Agustus 2012: Bulan Purnama

12 Agustus 2012: Okultasi Jupiter
Bagaimana jika Jupiter tertutupi oleh piringan Bulan untuk sejenak? Jangan lewatkan "Gerhana" Jupiter yang dapat teramati di seluruh Indonesia.

12 Agustus 2012: Puncak Hujan Meteor Perseids
Sejak 17 Juli hingga 24 Agustus sebelum fajar, rasi Perseus di langit utara menjadi pusat hujan meteor yang berasal dari serpihan komet Swift-Tuttle. Sekitar 90 meteor tiap jam diperkirakan akan melintas di langit gelap berhias Bulan sabit tatkala puncaknya selepas tengah malam hingga fajar tiba.

15 Agustus 2011: Venus Elongasi Barat
Nikmati pemandangan matahari terbit dihiasi Venus sang bintang kejora setinggi 45.8° di langit timur.

16 Agustus 2012: Merkurius Elongasi Barat
Seakan menemani Venus, Merkurius juga akan berelongasi barat dan terlihat di langit timur ketika matahari terbit dengan ketinggian 18.7°.

17 Agustus 2012: Bulan Baru

24 Agustus 2012: Oposisi Neptunus
Neptunus akan berada pada jarak terdekatnya (28.9840 AU) dari Bumi. Meski akan lebih terang di banding biasanya, namun tetap dibutuhkan alat bantu seperti teleskop untuk mengamati.

31 Agustus 2012: Bulan Purnama

September
16 September 2012: Bulan Baru

22 September 2012: Equinox September
Matahari akan bersinar tepat di perpotongan ekliptik dan ekuator. Kala itu lama waktu siang dan malam dalam waktu di seluruh dunia yang hampir sama. Hari ini juga akan menjadi awal musim gugur (autumnal equinox) di belahan Bumi Utara dan menjadi awal musim semi (vernal equinox) di belahan Bumi Selatan.

29 September 2012: Oposisi Uranus
Uranus berada pada titik terdekatnya (19.0614 AU) dari Bumi. Meski sangat redup, Uranus masih mungkin diamati tanpa alat bantu dengan langit yang sangat gelap.

30 September 2012: Bulan Purnama

Oktober

15 Oktober 2012: Bulan Baru

21 Oktober 2012: Puncak Hujan Meteor Orionids
Rasi Orion sang pemburu akan menjadi radian dari meteor Orionids sejak 15 hingga 29 Oktober. Berasal dari serpihan komet Halley, sekitar 20 meteor akan menghiasi langit pada puncaknya. Bulan fase kuartir awal memberi kesempatan untuk dilakukannya pengamatan lepas tengah malam.

27 Oktober 2012: Merkurius Elongasi Timur
Merkurius dengan tinggi 24.1° dari horison barat akan terlihat ketika Matahari terbenam.

30 Oktober 2012: Bulan Purnama

November

14 November 2012: Bulan Baru

14 November 2012: Gerhana Matahari Total
Ketika Matahari-Bulan-Bumi berada dalam satu garis lurus dan piringan Bulan lebih besar dari piringan Matahari, terjadilah suatu peristiwa Gerhana Matahari Total. Di akhir tahun 2012, peristiwa tersebut akan teramati di bagian utara Australia dan Samudra Pasifik bagian selatan dengan waktu puncaknya pada 05:12 WIB. (NASA Map and Eclipse Information)


17 November 2012: Puncak Hujan Meteor Leonids
Dini hari diarah langit timur sekitar rasi Leo terbentang puing-puing komet 55p/Tempel-Tuttle sejak 6 hingga 30 November. Kemudian puing-puing tersebut akan menghujam Bumi sebagai meteor sebanyak 15 an meteor tiap jam waktu puncaknya.

28 November 2012: Gerhana Bulan Penumbral
Seluruh bagian Bulan akan berada dalam bayangan penumbra Bumi pukul 21:32 WIB. Ketika itu Bulan akan terlihat sedikit meredup seakan tidak terjadi gerhana. Gerhana kali ini akan terlihat di sebagian besar Eropa, Timur Afrika, Asia, Australia, Samudra Pasifik, dan Amerika Utara. (NASA Map and Eclipse Information)

28 November 2012: Bulan Purnama

Desember

03 Desember 2012: Oposisi Jupiter
Planet termasif di tata surya akan berada pada jarat terdekat (4.0689 AU) dari Bumi. Saat ini lah waktu yang paling tepat mengamati Jupiter dengan atau tanpa alat bantu. Jika dilihat langsung, Jupiter akan terlihat sebagai bintang putih terang yang menghiasi langit sepanjang malam.

05 Desember 2012: Merkurius Elongasi Barat
Ketika Matahari terbit, Merkurius akan menghiasi langit timur dengan ketinggian 20.6°.

13 Desember 2012: Bulan Baru

14 Desember 2012: Puncak Hujan Meteor Geminids
Dengan hipotesis bahwa asteroids 3200 Phaethon mengemisikan debu ketika mengorbit Matahari, terjadilah hujan meteor Geminids sejak 7 hingga 17 Desember. Dari rasi Gemini, diperkirakan akan melintas 120 meteor tiap jam saat puncaknya. Fase Bulan baru kian mendukung pengamatan dengan langit yang gelap tahun ini.

21 Desember 2012: Solstice Desember
Kutub Selatan Bumi akan condong ke arah Matahari sehingga Matahari berada pada titik balik selatan (Tropic of Capricorn) dengan deklinasi -23,44°. Peristiwa ini menandai awal musim dingin (winter solstice) di belahan Bumi Utara dan awal musim panas (summer solstice) di belahan Bumi Selatan.

28 Desember 2012: Bulan Purnama